Bagi kebanyakan orang, makan siang hanya berfokus terhadap tingkat kekenyangan dari makanan yang mereka santap. Tapi sebenarnya, hanya kenyang saja tidaklah cukup, karena gizi dari makan siang yang anda santap bisa saja tidak seimbang dan hanya terfokus kepada 1 atau 2 jenis saja (umumnya karbohidrat dan protein). Contoh makan siang (atau makan pokok saat waktu makan lainnya pun) yang ideal adalah mengandung :
- sumber karbohidrat seperti nasi
- protein hewani maupun nabati seperti daging, ayam, tempe, tahu
- sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber serat
- sumber hidrasi tubuh seperti air mineral
Jika kita menyantap terlalu banyak karbohidrat saat makan siang, pada waktu setelahnya kita akan merasa mengantuk karena adanya lonjakan gula darah, pelepasan insulin, serta produksi hormon serotonin dan melatonin. Begitu juga dengan protein yang berlebihan, akan meningkatkan beban kerja ginjal dan dehidrasi lebih cepat. Sayuran pun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menyebabkan kita merasa mules karena terlalu banyak serat didalam tubuh kita, dan merasa kekurangan energi karena kurangnya kalori yang didapat dari karbohidrat dan protein. Buah juga memiliki isu yang mirip dengan karbohidrat karena adanya gula alami. Terakhir, minum air berlebih akan membuat frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering dan malah mengganggu aktivitas setelah makan siang.
Maka dari itu, jika kalian merasa ada gejala-gejala seperti yang dideskripsikan diatas, mungkin sudah saatnya untuk mencoba memilih, membawa, dan membeli menu makan siang ataupun di waktu makan lainnya dengan kandungan menu dan gizi yang seimbang, agar tubuh kita mendapat asupan dari kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan didalam tubuh dan membuat waktu makan menjadi momen yang cocok dalam mengisi energi kita untuk beraktivitas setelahnya.